Buku Tamu

Wellcome To My Blog

"Silahkan Cari Informasi Apa Saja Di Blog Ini. Saya Harap Blog Ini Bisa Membantu Anda"

Saya bersaksi tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya

Islam adalah agama yang indah. Islam telah mengatur seluruh aspek kehidupan yang sesuai dengan fitrah manusia. Allah telah memberikan kita petunjuk yang berupa Al-Quran dan As-Sunnah. ISLAM IS MY LIFE.

My Family

Sebahagian dari kesempurnaan kebahagiaan di dunia adalah memiliki keluarga yang bahagia.

Wajah-wajah Sahabat

Persahabatan adalah hal tersulit untuk dijelaskan di dunia ini. Dan, ini bukan soal apa yang anda pelajari di sekolah tetapi, bila anda tidak pernah belajar makna persahabatan, anda benar-benar tidak belajar apa pun.

Inilah wajah-wajah ceria siswa-siswi ELC SMANSA

ELC SMANSA adalah nama kelas SMANSA yang diketuai oleh MUH IRSYAM.

Tampilkan postingan dengan label Kisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 Januari 2013

Bunga Untuk Ibu



Pagi itu, seorang pria tampak turun dari mobil mewahnya. Ia bermaksud untuk membeli sebuah kado di kompleks pertokoan itu. Besok adalah hari Ibu, dan ia bermaksud untuk membeli lalu mengirimkan sebuah hadiah lewat pos untuk ibunya di kampung. Seorang Ibu yang pernah ia tinggal pergi beberapa tahun lalu untuk kuliah, mencari nafkah, dan mengejar kesuksesan di kota besar ini. Langkah-langkah pria itu terhenti di depan sebuah toko bunga. Ia melihat seorang gadis cant. Ternyata, gadis itu adalah adik tingkatnya semasa kuliah dulu. Gadis itu terlihat sedang memandangi lesu rangkaian bunga-bunga indah di etalase. Matanya terlihat dengan jelas tengah berkaca-kaca, air mata nya hendak meleleh, seperti akan menangis.
Setelah cerita cerita lalu dilantunkan, pria itu lalu bertanya “Ada apa denganmu? Ada apa dengan bunga-bunga itu?”

“Aku ingin memberi salah satu rangkaian bunga mawar ini untuk ibu saya,” gadis cantik itu melanjutkan, “Seumur hidup, saya belum pernah memberikan bunga seindah ini untuk ibu.”

“Kenapa tidak kau beli saja? Ini bagus, kok.” Cerita pria tersebut sambil turut mengamati salah satu karangan bunga.

“Uang saya tidak cukup.”

“Ya sudah, pilih saja salah satu, aku yang akan membayarnya.” Pria itu menawarkan diri sambil tersenyum.

Akhirnya gadis itu mengambil salah satu karangan bunga. Dengan ditemani sang pria, gadis itu lalu menuju kasir. Pria itu juga menawarkan diri mengantar si gadis pulang ke rumah untuk memberikan bunga itu kepada ibunya. Gadis itu pun bersedia.

Dua orang itu lalu melaju menggunakan mobil menuju ke sebuah tempat yang ditunjukkan oleh si gadis. Hati pria itu terperanjat ketika gadis cantik itu ternyata mengajaknya ke sebuah kompleks pemakaman umum.

Setelah memarkir mobil,  pria itu lalu mengikuti langkah-langkah si gadis. Dengan sangat terharu gadis itu lalu meletakkan karangan bunga itu ke makam ibunya. Seorang ibu yang memang belum pernah dilihat gadis itu seumur hidupnya. Ibu itu dulu meninggal saat melahirkan gadis itu.

Melihat kejadian itu, setelah mengantarkan gadis itu pulang ke rumah, sang pria membatalkan niatnya untuk membeli dan mengirimkan kado bagi ibunya.

Siang itu juga, pemuda sukses itu langsung memacu mobilnya.. pulang ke kampungnya.. untuk melihat wajah ibu yang dia rindukan selama ini.. untuk bersujud di bawah kakinya dan memeluk erat tubuh dan hati lembutnya..

Senin, 03 September 2012

Avatar: The Legend of Korra

"The Last Airbender: Legend of Korra", awalnya berjudul"Avatar: Legend of Korra", adalah serial televisi Amerika yang akan datang, ditetapkan di alam semesta Avatar sebagai lanjutan dari "Avatar: The Last Airbender". Hal ini diharapkan udara di Nickelodeon, tetapi tidak ada tanggal peluncuran yang resmi. Serial ini sedang dalam tahap produksi dan diperkirakan akan berlangsung selama dua buku, dan total dua puluh enam episode. Pembantu pencipta seri aslinya, Michael Dante DiMartino dan Bryan Konietzko, secara pribadi akan menulis semua episode untuk memungkinkan suatu alur cerita yang lebih ketat.
Seri baru akan berlangsung selama tujuh puluh tahun setelah berakhirnya Avatar: The Last Airbender, dengan karakter baru dan pengaturan baru. Protagonis dari seri baru, Korra, adalah penerus dari Avatar Aang, adalah seorang wanita muda yang keras kepala dan pemberontak dari suku Air Selatan yang "siap untuk menghadapi dunia". Seri ini akan mengikuti Korra saat ia menghadapi pemberontakan anti-pengendali sementara menguasai seni Pengendalian Udara bersama anak dari Katara dan Aang, Tenzin.


Ringkasan Cerita
Setelah akhir dari Perang Ratusan Tahun, Raja Api Zuko dan Avatar Aang mengumpulkan orang-orang dari seluruh negara di suatu tempat, di Kota Republik, ibukota dari Serikat Republik. Aang dan Katara dikaruniai tiga anak, Kya, Bumi, dan Tenzin. Tenzin adalah satu-satunya pengendali udara setelah Aang. Sementara itu, Toph bepergian untuk mengajar pengendalian metal. Setelah kematian Aang, Avatar berikutnya, Korra, lahir di Suku Air Selatan.
Tahun berlalu, Korra telah bertumbuh menjadi gadis pemberontak berusia tujuh belas tahun. Sebagai Avatar, dia sudah menguasai pengendalian air, pengendalian bumi, dan pengendalian api. Pada awal dari seri, Korra memulai perjalanannya ke Kota Republik dan mulai pelatihan pengendalian udara dengan Tenzin. Tenzin telah menikah dengan Pema. Mereka memiliki dua anak perempuan, Jinora, seorang "kutu buku", dan Ikki, seorang "mulut-lebar", sementara Meelo, anak bungsunya, yang hingga saat ini adalah anak laki-laki satu-satunya. Pema sedang hamil anak keempat dari pasangan tersebut.
Namun, Kota Republik tidak seperti yang Korra bayangkan. Sebuah organisasi anti-pengendali, yang menyebut mereka "Equalists", yang menentang pengendalian, menggunakan teknik seperti chi-blocking untuk menambah kekuatan mereka ber-revolusi, yang dipimpin oleh Amon. Korra harus melawan kejahatan yang telah merajalela, dibantu oleh dua bersaudara, Mako, seorang pengendali api, dan Bolin, seorang pengendali bumi. Ditambah juga dengan temannya, Naga, dan polisi pengendali metal, yang dipimpin oleh putri Toph, Lin Beifong. 
Tokoh
  • Korra - Sang Avatar sendiri, penerus dari Aang. Dia adalah seorang pengendali berbakat, terlihat sejak usia dininya di mana ia dapat mengendalikan ketiga elemen sebelum latihan bersama instrukturnya. Mudah marah dan pemberontak, Korra membuktikan bahwa ia adalah "Yang Terpilih". Dibantu dengan temannya,Naga, Korra pun harus berjuang melawan kekacauan di Kota Republik.
  • Mako - Seorang pengendali api yang tumbuh di jalanan bersama adiknya, Bolin, yang mengenalkan pada dirinya tentang Korra. Tinggi, gagah, dan tampan, ia adalah kandidat pro-pengendali yang hebat dan kapten Tim Tupai Api.
  • Bolin - Seorang pengendali bumi yang hidup bersama kakaknya di jalanan, di tengah keributan Kota Republik. Dia membagi ikatan yang kuat bersama kakanya, dan memiliki seekor tupai api bernama Pabu. Bolin sangat antusias dan optimis, sebagai seorang pro-pengendali.


Minggu, 02 September 2012

CINCIN KEBERUNTUNGAN

Alkisah, ada seorang ayah yang memiliki tiga orang putra, yang sama baiknya. Ia memiliki sebuah cincin yang dianggapnya bertuah, karena sejak digunakan selalu membawa keberuntungan dan kesuksesan bagi dirinya. Si ayah yang telah lanjut usia merasa sudah saatnya mewariskan cincin bertuah miliknya. Tapi bagaimana memberikan satu cincin untuk 3 anak? Alangkah tidak adilnya, apabila hanya 1 anak yang mewarisi cincin keberuntungan tersebut, sedangkan 2 anak yang lain tidak.


Setelah berpikir cukup lama, ia pun pergi ke seorang pengrajin emas untuk dibuatkan dua cincin yang sama persis dengan cincin keberuntungannya. Setelah siap, si ayah memanggil ketiga putranya dan berkata, “Anak-anakku, ayah mewariskan kepada kalian cincin keberuntungan ini! Siapa saja yang memakainya, maka dia akan beruntung. Pakailah semua ilmu yang telah ayah ajarkan dan kenakan selalu cincin itu. Ayah yakin, masing-masing dari kalian akan selalu beruntung dan sukses seperti ayah.”

Ada perasaan tidak puas di antara ketiga putranya itu, karena mereka tahu bahwa hanya ada satu cincin yang asli. Tetapi mereka tidak tahu, siapa sesungguhnya, yang mendapatkan cincin asli. Setelah sang ayah meninggal, dengan penasaran, mereka menghadap seorang hakim yang terkenal bijaksana untuk mencari tahu mana cincin yang asli, sekaligus meminta jalan keluar.

Setelah mengamati ketiga cincin, hakim bijaksana itu berkata, “Sejujurnya saya tidak dapat menolong dan memberitahu kalian, yang mana cincin bertuah yang asli. Saya sebagai hakim menetapkan: pakailah cincin kalian masing-masing. Mulai sekarang, bekerjalah dengan baik, dengan keras, seperti yang ayah kalian ajarkan! Buktikan bahwa kalian adalah orang yang pantas diberikan cincin keberuntungan oleh ayahmu. Karena, dengan memberikan cincin yang sama, ayah kalian mengharapkan kalian bertiga sama-sama beruntung dan meraih kesuksesan.”

Ketiganya pun mengucapkan terima kasih dan pergi dari sana, sambil bertekad untuk membuktikan bahwa cincin yang dipakainya itu asli dan bertuah.

Setelah beberapa tahun berlalu, sukses demi sukses mereka raih bersama. Dan akhirnya mereka pun sadar, dan mengerti, bahwa bukan cincin bertuah yang membuat mereka sukses, melainkan usaha pantang menyerah dari mereka sendirilah yang mampu membawa keberuntungan dan kesuksesan.

Netter yang LuarBiasa,

Bukan sesuatu di luar diri kita, yang membuat kita sukses atau beruntung. Bukan cincin ajaib, pakaian khusus, jimat, atau apapun yang kita kenakan, yang menjadi penentu keberhasilan kita. Tetapi pola pikir, sikap mental, berikhtiar keras, serta doa yang pada akhirnya akan membawa keberuntungan dan kesuksesan.

Tuhan dan alam semesta telah memberikan kehidupan yang lengkap di dalam diri kita. Kita yang harus membuktikan bahwa anugerahNya itu mampu membuat kita beruntung, berhasil, dan bermanfaat bagi banyak orang.
Salam sukses luar biasa!

Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!

Rabu, 29 Agustus 2012

DAHSYATNYA MEMAAFKAN

Setelah dibujuk sedemikian rupa, ibunda Al-Qamah tetap pada pendiriannya untuk tidak meridhoi dan memaafkan Al-Qamah. Bahkan, orang sekaliber Nabi Muhammad Saw. pun tidak membuat ibunda Al-Qamah mengubah pendiriannya. Betapa terlalu menyakitkan apa yang telah dilakukan Al-Qamah terhadapnya.
Nabi Muhammad Saw. pernah mewasiatkan bahwa kematian itu seperti kambing yang tengah dikuliti dalam keadaan hidup-hidup. Itulah juga yang dialami oleh Al-Qamah. Penderitaan sesakit kambing yang dikuliti hidup-hidup itu tengah dikecapnya. Apa yang menyebabkan Al-Qamah begitu “betah” dengan sakaratul maut yang menyiksa? Rupanya, Al-Qamah tidak mendapatkan ridho dari ibunya. Ibunya marah dan sakit hati lantaran Al-Qamah lebih memedulikan istrinya ketimbang dirinya.

Setelah dibujuk sedemikian rupa, ibunda Al-Qamah tetap pada pendiriannya untuk tidak meridhoi dan memaafkan Al-Qamah. Bahkan, orang sekaliber Nabi Muhammad Saw. pun tidak membuat ibunda Al-Qamah mengubah pendiriannya. Betapa terlalu menyakitkan apa yang telah dilakukan Al-Qamah terhadapnya.

Nabi Muhammad Saw. lalu menyuruh sahabat untuk membakar Al-Qamah agar penderitaan Al-Qamah lekas berakhir. Tentu saja, itu siasat belaka. Pendirian ibunda Al-Qamah goyah, lalu maaf pun diberikannya. Selepas itu, Al-Qamah mengembuskan napas terakhir. Ke alam baka, dia menggendong maaf ibunda.

Lalu, apakah memang berat memaafkan itu sehingga ada yang mencetuskan kalimat “memaafkan itu lebih sulit daripada meminta maaf”?

Menurut Dr. Ibrahim Elfiky, kiranya ada tiga mitos yang berkembang di masyarakat tentang betapa beratnya memaafkan. Pertama, memaafkan berarti menunjukkan kelemahan diri. Kedua, memaafkan berarti menerima luka dan penderitaan orang lain. Ketiga, memaafkan berarti melupakan.
Jika kita tilik, memaafkan biasanya berasal dari orang yang terzalimi. Sudah menjadi tabiat manusia, ketika diri terzalimi maka keinginan untuk membalas dengan perlakuan sama, bahkan lebih, akan muncul. Pembalasan setimpal atau lebih ini di masyarakat kita dianggap sebagai sebuah kelaziman, bahkan menunjukkan bahwa orang yang terzalimi sama sekali tidak lemah. Sehingga, ketika seseorang memaafkan orang yang menzaliminya dianggap sebagai orang yang lemah, atau justru memberikan kekuatan kepada orang yang menzalimi untuk berbuat zalim lagi. Membalas dengan setimpal, bahkan lebih, kepada orang yang menzalimi dianggap akan membuatnya jera.


Padahal, membalas dengan setimpal, bahkan lebih, kepada orang yang menzalimi hanya akan menempatkannya pada posisi terzalimi dan tidak menutup kemungkinan akan membalas kembali dengan balasan setimpal atau lebih. Memendam dendam sama sekali tidak memberikan manfaat. Yang ada, malah kita akan dikuasai kebencian yang membuat hidup tidak nyaman. Kita akan dilingkupi prasangka jelek yang membuat makan, tidur, dan segala aktivitas kita tidak mengenakkan.

Bukankah api hanya akan padam dengan air? Kalau api dibalas api, alamat kebakaran yang akan terjadi.

Akan tetapi, memaafkan juga tidak berarti kita menyetujui perbuatan zalim. Ini juga yang lalu menjadi mitos kedua bahwa memaafkan kesalahan orang lain dianggap sebagai penerimaan atas luka dan penderitaan yang ditimpakan oleh orang yang menzalimi.

Dr. Ibrahim Elfiky mengatakan, ada perbedaan besar antara memaafkan dan menyetujui sebuah tindakan. Meskipun kita memaafkan kesalahan seseorang, kita juga punya hak untuk tidak setuju dengan perbuatan seseorang. Kita hanya boleh membenci perilakunya, bukan orangnya.

Itulah mengapa, menurut Dr. Ibrahim Elfiky, memaafkan seseorang bukan berarti kita mesti melupakan perbuatannya. Di tengah masyarakat kita, dan ini menjadi mitos yang ketiga, memaafkan perbuatan seseorang berarti juga melupakannya. Padahal, menurut Dr. Ibrahim Elfiky, dengan tidak melupakan perbuatan zalim meskipun kita memaafkannya, akan membuat diri mawas sehingga kita tidak mengulangi perbuatan yang sama di masa depan. Yang harus dilakukan, kata Dr Ibrahim, adalah memaafkan orangnya, ambil pelajaran dari situasinya, ingat selalu pelajarannya, lalu lepaskan emosi negatif yang menyertainya.  

Majalah MaPI Juni 2012

Rasulullah Itu Pemaaf

Di awal risalah, orang yang paling banyak menerima perbuatan zalim adalah Rasulullah Saw. Betapa beliau dinistakan, dilempari kotoran unta, dilempari batu, diancam akan dibunuh, bahkan terusir dari tanah kelahiran.

Namun, sederet kezaliman yang menimpa Rasulullah itu tidak lantas melunturkan pribadi agung Rasulullah sebagai pemaaf. Hal ini terbukti manakala Rasulullah berhasil menaklukkan Mekkah. Saat itu, posisi Rasulullah sudah bukan lagi si tertindas, tetapi penguasa yang memiliki kekuatan besar.

Orang-orang Quraisy yang pernah menzalimi Rasulullah di masa lalu sangat waswas bahwa Rasulullah akan menuntut balas. Nyatanya, Rasulullah Saw. memaafkan semua kesalahan kaum Quraisy yang pernah diterimanya.

Sifat pemaaf Rasulullah tidak jarang membuat orang-orang terpesona. Seperti yang dialami oleh seorang Yahudi, Sa‘ad bin Syan‘ah. Kejadiannya, Rasulullah punya utang kepada Sa’ad bin Syan‘ah. Pada saat jatuh tempo pembayaran masih menyisakan waktu tiga hari, Sa‘ad sudah menagih. Dia mencari Rasulullah dan bertemulah mereka di jalan. Sa‘ad langsung memegang selendang Rasulullah dengan keras seraya berkata,

“Kamu telah lalai membayar utang.” Umar bin Khattab yang sedang bersama Rasulullah langsung mengeluarkan pedang, hendak menebas leher Sa‘ad. Namun, Rasulullah mencegahnya, lalu berkata, “Saya memang punya utang kepada Sa‘ad.”

Rasulullah lantas menasihati Umar, “Sikap kamu yang lebih tepat wahai Umar adalah menyuruhku untuk membayar utang dan menyuruh dia menagih utang dengan cara yang baik. Sebenarnya, jatuh tempo utang masih tiga hari lagi. Tapi baiklah, tolong bayarkan utang itu dan tambahkan beberapa dirham agar hilang kemarahannya.”

Melihat sikap pemaaf dan pemurah Rasulullah Saw., Sa‘ad menjadi malu dan terpesona. Dia langsung menyatakan masuk Islam.  

Memaafkan juga Menyehatkan
Memaafkan juga berimbas positif dengan kesehatan. Banyak psikolog yang telah melakukan penelitian mengatakan bahwa memaafkan dengan tulus akan meringankan beban hidup. Worthington Jr., pernah melakukan riset dengan menggunakan piranti pencitraan otak. Dua orang, yang satu pemaaf dan yang satu pendendam, direkam pola gambaran otaknya.

Hasil percobaan menunjukkan, pendendam memiliki kecenderungan peningkatan kekentalan darah, ketegangan otot, dan tekanan darah yang tidak stabil, bahkan cenderung stres. Sedangkan yang terjadi dengan pemaaf justru sebaliknya, yakni tekanan darah stabil sehingga kinerja tubuh menjadi optimal.

Memaafkan itu sungguh ajaib. Allah Swt. berfirman, “Dan jika kamu memaafkan, itu lebih dekat pada takwa.” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 237). Dalam ayat lain, “Hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu?” (Q.S. An-Nuur [24]: 22). Rasulullah pun pernah bersabda, “Seseorang tidak dikatakan kuat karena dapat membanting lawan-lawannya. Tapi, orang yang kuat adalah dia yang mampu menahan emosinya saat marah.” (H.R. Bukhari) [Fatih]

Sumber : Fokus, MaPI Mei 2012 

Minggu, 19 Agustus 2012

DARI BAKUL IKAN JADI PEMILIK MASKAPAI PENERBANGAN


Pendakian terjal ditempuh oleh Susi Pudjiastuti. Perempuan kelahiran Pangandaran tahun 1965 ini pada awal tahun 1980-an gagal menamatkan SMA-nya di Cilacap, Jawa Tengah. Ia pulang ke Pangandaran dan mencoba berjualan aneka barang seperti baju, bedcover, dan sebagainya.
Namun akhirnya ia menemukan potensi Pangandaran, yaitu ikan. Dengan modal Rp 750 ribu hasil penjualan perhiasan miliknya, ia mulai berjualan ikan dengan cara membeli ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan menjualnya ke restoran-restoran. Hari pertamanya ia hanya berhasil menjual 1 kg ikan. Itupun ke restoran kenalannya.

Keuletan, tak membuatnya mundur. Ia terus mencoba lagi hari-hari berikutnya. Meski tak mudah, akhirnya ia bia menguasai pasar Pangandaran setahun kemudian. Lalu ia mencoba menjual ikan-ikan dari Pangandaran ke Jakarta dengan menyewa truk. Berangkat jam tiga sore sampai di Jakarta tengah malam menjadi kegiatan sehari-harinya.
Dari semula menyewa truk akhirnya Susi bisa membeli truk. Usahanya terus berkembang. Sampai-sampai ia bisa mengekspor udang ke Jepang. Meskipun sempat jatuh bangun, alat transportasi ikannya berubah drastis dari truk hingga menggunakan pesawat terbang.


Ceritanya, setelah menikah dengan pilot asal Jerman, Susi berangan-angan mengangkut ikannya menggunakan pesawat. Angan-angan itu timbul karena dengan menggunakan truk yang memakan waktu sembilan jam perjalanan, dan ikan-ikannya mati sesampai di Jakarta. Itulah yang membuat harga ikannya jatuh. Dengan pesawat cuma diperlukan satu jam sehingga harga ikannya pasti tinggi karena lebih segar.
Tahun 2000, Susi mencoba mengajukan pinjaman ke bank untuk merealisasikan rencana itu. Namun rencananya itu ditertawakan pihak bank dan sudah tentu pengajuan kreditnya ditolak. Baru pada tahun 2004, ada bank yang mau mengabulkan kreditnya. Dari Bank Mandiri, ia mendapat pinjaman Rp 47 miliar yang ia gunakan untuk membuat landasan di Pangandaran dan membeli dua pesawat Cessna.
Namun sebulan setelah pengoperasian pesawatnya, terjadi bencana tsunami di Aceh. Naluri kemanusiaannya terusik. Ia terbang ke Aceh untuk memberi bantuan. Pesawat Susilah, pesawat pertama yang mendarat di Aceh setelah bencana itu. Besoknya ia membawa barang-barang bantuan seperti beras, mi instan, dan sebagainya. Susi dan pesawatnya pun berkutat di Aceh mendistribusikan barang-barang bantuan.
Rencananya, ia “hanya” memberi bantuan sarana angkutan gratis selama 2 minggu,namun banyak LSM dalam dan luar negeri yang memintanya tetap di sana dan mereka bersedia menyewa pesawat Susi. Dari sanalah lahir nama Susi Airsebagai usaha penyewaan pesawat.
Kini Susi Air sudah memiliki 50-an pesawat dan nama Susi Air pun dikenal sebagai maskapai penerbangan carteran yang populer di Indonesia saat ini. Sungguh suatu pendakian nasib yang menakjubkan dari seorang ibu yang tak tamat SMA. Keuletan dan keberaniannya mengantarkannya ke puncak sukses bisnis. Luar Biasa!!