Wellcome To My Blog
"Silahkan Cari Informasi Apa Saja Di Blog Ini. Saya Harap Blog Ini Bisa Membantu Anda"
Saya bersaksi tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya
Islam adalah agama yang indah. Islam telah mengatur seluruh aspek kehidupan yang sesuai dengan fitrah manusia. Allah telah memberikan kita petunjuk yang berupa Al-Quran dan As-Sunnah. ISLAM IS MY LIFE.
My Family
Sebahagian dari kesempurnaan kebahagiaan di dunia adalah memiliki keluarga yang bahagia.
Wajah-wajah Sahabat
Persahabatan adalah hal tersulit untuk dijelaskan di dunia ini. Dan, ini bukan soal apa yang anda pelajari di sekolah tetapi, bila anda tidak pernah belajar makna persahabatan, anda benar-benar tidak belajar apa pun.
Inilah wajah-wajah ceria siswa-siswi ELC SMANSA
ELC SMANSA adalah nama kelas SMANSA yang diketuai oleh MUH IRSYAM.
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Rabu, 09 Januari 2013
Bunga Untuk Ibu
Pagi itu, seorang pria tampak turun dari mobil mewahnya. Ia
bermaksud untuk membeli sebuah kado di kompleks pertokoan itu. Besok
adalah hari Ibu, dan ia bermaksud untuk membeli lalu mengirimkan
sebuah hadiah lewat pos untuk ibunya di kampung. Seorang Ibu yang pernah ia
tinggal pergi beberapa tahun lalu untuk kuliah, mencari nafkah, dan mengejar
kesuksesan di kota besar ini. Langkah-langkah pria itu terhenti di depan sebuah
toko bunga. Ia melihat seorang gadis cant. Ternyata, gadis itu
adalah adik tingkatnya semasa kuliah dulu. Gadis itu terlihat sedang memandangi
lesu rangkaian bunga-bunga indah di etalase. Matanya terlihat dengan jelas
tengah berkaca-kaca, air mata nya hendak meleleh, seperti akan
menangis.
Setelah cerita cerita lalu dilantunkan, pria itu
lalu bertanya “Ada apa denganmu? Ada apa dengan bunga-bunga itu?”
“Aku ingin memberi salah satu rangkaian bunga
mawar ini untuk ibu saya,” gadis cantik itu melanjutkan, “Seumur hidup,
saya belum pernah memberikan bunga seindah ini untuk ibu.”
“Kenapa tidak kau beli saja? Ini bagus, kok.” Cerita
pria tersebut sambil turut mengamati salah satu karangan bunga.
“Uang saya tidak cukup.”
“Ya sudah, pilih saja salah satu, aku yang akan
membayarnya.” Pria itu menawarkan diri sambil tersenyum.
Akhirnya gadis itu mengambil salah satu karangan bunga.
Dengan ditemani sang pria, gadis itu lalu menuju kasir. Pria itu juga
menawarkan diri mengantar si gadis pulang ke rumah untuk memberikan bunga itu
kepada ibunya. Gadis itu pun bersedia.
Dua orang itu lalu melaju menggunakan mobil menuju ke sebuah
tempat yang ditunjukkan oleh si gadis. Hati pria itu terperanjat ketika gadis
cantik itu ternyata mengajaknya ke sebuah kompleks pemakaman umum.
Setelah memarkir mobil, pria itu lalu mengikuti
langkah-langkah si gadis. Dengan sangat terharu gadis itu lalu meletakkan
karangan bunga itu ke makam ibunya. Seorang ibu yang memang belum pernah
dilihat gadis itu seumur hidupnya. Ibu itu dulu meninggal saat melahirkan gadis
itu.
Melihat kejadian itu, setelah mengantarkan gadis itu pulang
ke rumah, sang pria membatalkan niatnya untuk membeli dan mengirimkan kado bagi
ibunya.
Siang itu juga, pemuda sukses itu langsung memacu
mobilnya.. pulang ke kampungnya.. untuk melihat wajah ibu yang dia rindukan
selama ini.. untuk bersujud di bawah kakinya dan memeluk erat tubuh dan hati
lembutnya..
Minggu, 02 September 2012
Berhentilah Mengeluh Sahabatku
Sebarkan lewat Twitter atau Facebook bila kata kata penyemangat ini cocok untuk penyemangat bagi orang yang anda sayangi. Sahabat, pantaskah anda mengeluh? Padahal anda telah dikaruniai sepasang lengan yang kuat untuk mengubah dunia. Layakkah anda berkeluh kesah? Padahal anda telah dianugerahi kecerdasan yang memungkinkan anda untuk membenahi segala sesuatunya.
Apakah anda bermaksud untuk menyia-nyiakan semuanya itu? lantas menyingkirkan beban dan tanggung jawab anda? Janganlah kekuatan yang ada pada diri anda, terjungkal karena anda berkeluh kesah. Ayo tegarkan hati anda. Tegakkan bahu. Jangan biarkan semangat hilang hanya karena anda tidak tahu jawaban dari masalah anda tersebut.
Jangan biarkan kelelahan menghujamkan keunggulan kamu. Ambillah sebuah nafas dalam-dalam. Tenangkan semua alam raya yang ada dalam benak anda. Lalu temukan lagi secercah cahaya dibalik awan mendung. Dan mulailah ambil langkah baru.
Sesungguhnya, ada orang yang lebih berhak mengeluh dibanding anda. Sayangnya suara mereka parau tak terdengar, karena mereka tak sempat lagi untuk mengeluh. Beban kehidupan yang berat lebih suka mereka jalani daripada mereka sesali. Jika demikian masihkan anda lebih suka mengeluh daripada menjalani tantangan hidup ini?
Mungkin dengan gambar gambar berikut ini bisa membuat sahabat lebih bersemangat dalam mengarungi hidup ini tanpa merasa kekurangan.
Jika kamu merasa pekerjaan anda sangatlah berat, bagaimana dengan dia??
Bila Anda merasa gaji anda sangat sedikit, bagaimana dengan anak yg malang ini??
Jika Kamu merasa belajar adalah sebuah beban, contohlah semangat dia..
Jika kamu sempat merasa putus asa, ingatlah orang ini!
Pantaskah kita mengeluh tentang makanan disaat ia sedang membayangkan makan happy meal?
Jika Kamu merasa hidup Kamu sangat menderita, apakah Kamu juga merasakan penderitaan seperti orang ini??
Jika Kamu merasa hidup Kamu tidak adil, bagaimana dengan dia??
Di saat kita kecil dimanja dan disayang, manjakah mereka??
Tidakah merasa bersalah kita masih selalu tidak mendengarkan bahkan melawan ibu kita?
Berjanjilah pada diri sendiri, lalu lakukan. Talk less do More! terima kasih udah lihat postingan ini..
Rabu, 29 Agustus 2012
DAHSYATNYA MEMAAFKAN
Setelah dibujuk sedemikian rupa, ibunda Al-Qamah tetap pada pendiriannya untuk tidak meridhoi dan memaafkan Al-Qamah. Bahkan, orang sekaliber Nabi Muhammad Saw. pun tidak membuat ibunda Al-Qamah mengubah pendiriannya. Betapa terlalu menyakitkan apa yang telah dilakukan Al-Qamah terhadapnya.
Nabi Muhammad Saw. pernah mewasiatkan bahwa kematian itu seperti kambing yang tengah dikuliti dalam keadaan hidup-hidup. Itulah juga yang dialami oleh Al-Qamah. Penderitaan sesakit kambing yang dikuliti hidup-hidup itu tengah dikecapnya. Apa yang menyebabkan Al-Qamah begitu “betah” dengan sakaratul maut yang menyiksa? Rupanya, Al-Qamah tidak mendapatkan ridho dari ibunya. Ibunya marah dan sakit hati lantaran Al-Qamah lebih memedulikan istrinya ketimbang dirinya.
Setelah dibujuk sedemikian rupa, ibunda Al-Qamah tetap pada pendiriannya untuk tidak meridhoi dan memaafkan Al-Qamah. Bahkan, orang sekaliber Nabi Muhammad Saw. pun tidak membuat ibunda Al-Qamah mengubah pendiriannya. Betapa terlalu menyakitkan apa yang telah dilakukan Al-Qamah terhadapnya.
Nabi Muhammad Saw. lalu menyuruh sahabat untuk membakar Al-Qamah agar penderitaan Al-Qamah lekas berakhir. Tentu saja, itu siasat belaka. Pendirian ibunda Al-Qamah goyah, lalu maaf pun diberikannya. Selepas itu, Al-Qamah mengembuskan napas terakhir. Ke alam baka, dia menggendong maaf ibunda.
Lalu, apakah memang berat memaafkan itu sehingga ada yang mencetuskan kalimat “memaafkan itu lebih sulit daripada meminta maaf”?
Menurut Dr. Ibrahim Elfiky, kiranya ada tiga mitos yang berkembang di masyarakat tentang betapa beratnya memaafkan. Pertama, memaafkan berarti menunjukkan kelemahan diri. Kedua, memaafkan berarti menerima luka dan penderitaan orang lain. Ketiga, memaafkan berarti melupakan.
Jika kita tilik, memaafkan biasanya berasal dari orang yang terzalimi. Sudah menjadi tabiat manusia, ketika diri terzalimi maka keinginan untuk membalas dengan perlakuan sama, bahkan lebih, akan muncul. Pembalasan setimpal atau lebih ini di masyarakat kita dianggap sebagai sebuah kelaziman, bahkan menunjukkan bahwa orang yang terzalimi sama sekali tidak lemah. Sehingga, ketika seseorang memaafkan orang yang menzaliminya dianggap sebagai orang yang lemah, atau justru memberikan kekuatan kepada orang yang menzalimi untuk berbuat zalim lagi. Membalas dengan setimpal, bahkan lebih, kepada orang yang menzalimi dianggap akan membuatnya jera.
Padahal, membalas dengan setimpal, bahkan lebih, kepada orang yang menzalimi hanya akan menempatkannya pada posisi terzalimi dan tidak menutup kemungkinan akan membalas kembali dengan balasan setimpal atau lebih. Memendam dendam sama sekali tidak memberikan manfaat. Yang ada, malah kita akan dikuasai kebencian yang membuat hidup tidak nyaman. Kita akan dilingkupi prasangka jelek yang membuat makan, tidur, dan segala aktivitas kita tidak mengenakkan.
Bukankah api hanya akan padam dengan air? Kalau api dibalas api, alamat kebakaran yang akan terjadi.
Akan tetapi, memaafkan juga tidak berarti kita menyetujui perbuatan zalim. Ini juga yang lalu menjadi mitos kedua bahwa memaafkan kesalahan orang lain dianggap sebagai penerimaan atas luka dan penderitaan yang ditimpakan oleh orang yang menzalimi.
Dr. Ibrahim Elfiky mengatakan, ada perbedaan besar antara memaafkan dan menyetujui sebuah tindakan. Meskipun kita memaafkan kesalahan seseorang, kita juga punya hak untuk tidak setuju dengan perbuatan seseorang. Kita hanya boleh membenci perilakunya, bukan orangnya.
Itulah mengapa, menurut Dr. Ibrahim Elfiky, memaafkan seseorang bukan berarti kita mesti melupakan perbuatannya. Di tengah masyarakat kita, dan ini menjadi mitos yang ketiga, memaafkan perbuatan seseorang berarti juga melupakannya. Padahal, menurut Dr. Ibrahim Elfiky, dengan tidak melupakan perbuatan zalim meskipun kita memaafkannya, akan membuat diri mawas sehingga kita tidak mengulangi perbuatan yang sama di masa depan. Yang harus dilakukan, kata Dr Ibrahim, adalah memaafkan orangnya, ambil pelajaran dari situasinya, ingat selalu pelajarannya, lalu lepaskan emosi negatif yang menyertainya.

Rasulullah Itu Pemaaf
Di awal risalah, orang yang paling banyak menerima perbuatan zalim adalah Rasulullah Saw. Betapa beliau dinistakan, dilempari kotoran unta, dilempari batu, diancam akan dibunuh, bahkan terusir dari tanah kelahiran.
Namun, sederet kezaliman yang menimpa Rasulullah itu tidak lantas melunturkan pribadi agung Rasulullah sebagai pemaaf. Hal ini terbukti manakala Rasulullah berhasil menaklukkan Mekkah. Saat itu, posisi Rasulullah sudah bukan lagi si tertindas, tetapi penguasa yang memiliki kekuatan besar.
Orang-orang Quraisy yang pernah menzalimi Rasulullah di masa lalu sangat waswas bahwa Rasulullah akan menuntut balas. Nyatanya, Rasulullah Saw. memaafkan semua kesalahan kaum Quraisy yang pernah diterimanya.
Sifat pemaaf Rasulullah tidak jarang membuat orang-orang terpesona. Seperti yang dialami oleh seorang Yahudi, Sa‘ad bin Syan‘ah. Kejadiannya, Rasulullah punya utang kepada Sa’ad bin Syan‘ah. Pada saat jatuh tempo pembayaran masih menyisakan waktu tiga hari, Sa‘ad sudah menagih. Dia mencari Rasulullah dan bertemulah mereka di jalan. Sa‘ad langsung memegang selendang Rasulullah dengan keras seraya berkata,
“Kamu telah lalai membayar utang.” Umar bin Khattab yang sedang bersama Rasulullah langsung mengeluarkan pedang, hendak menebas leher Sa‘ad. Namun, Rasulullah mencegahnya, lalu berkata, “Saya memang punya utang kepada Sa‘ad.”
Rasulullah lantas menasihati Umar, “Sikap kamu yang lebih tepat wahai Umar adalah menyuruhku untuk membayar utang dan menyuruh dia menagih utang dengan cara yang baik. Sebenarnya, jatuh tempo utang masih tiga hari lagi. Tapi baiklah, tolong bayarkan utang itu dan tambahkan beberapa dirham agar hilang kemarahannya.”
Melihat sikap pemaaf dan pemurah Rasulullah Saw., Sa‘ad menjadi malu dan terpesona. Dia langsung menyatakan masuk Islam.
Memaafkan juga Menyehatkan
Memaafkan juga berimbas positif dengan kesehatan. Banyak psikolog yang telah melakukan penelitian mengatakan bahwa memaafkan dengan tulus akan meringankan beban hidup. Worthington Jr., pernah melakukan riset dengan menggunakan piranti pencitraan otak. Dua orang, yang satu pemaaf dan yang satu pendendam, direkam pola gambaran otaknya.
Hasil percobaan menunjukkan, pendendam memiliki kecenderungan peningkatan kekentalan darah, ketegangan otot, dan tekanan darah yang tidak stabil, bahkan cenderung stres. Sedangkan yang terjadi dengan pemaaf justru sebaliknya, yakni tekanan darah stabil sehingga kinerja tubuh menjadi optimal.
Memaafkan itu sungguh ajaib. Allah Swt. berfirman, “Dan jika kamu memaafkan, itu lebih dekat pada takwa.” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 237). Dalam ayat lain, “Hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu?” (Q.S. An-Nuur [24]: 22). Rasulullah pun pernah bersabda, “Seseorang tidak dikatakan kuat karena dapat membanting lawan-lawannya. Tapi, orang yang kuat adalah dia yang mampu menahan emosinya saat marah.” (H.R. Bukhari) [Fatih]
Sumber : Fokus, MaPI Mei 2012
Setelah dibujuk sedemikian rupa, ibunda Al-Qamah tetap pada pendiriannya untuk tidak meridhoi dan memaafkan Al-Qamah. Bahkan, orang sekaliber Nabi Muhammad Saw. pun tidak membuat ibunda Al-Qamah mengubah pendiriannya. Betapa terlalu menyakitkan apa yang telah dilakukan Al-Qamah terhadapnya.
Nabi Muhammad Saw. lalu menyuruh sahabat untuk membakar Al-Qamah agar penderitaan Al-Qamah lekas berakhir. Tentu saja, itu siasat belaka. Pendirian ibunda Al-Qamah goyah, lalu maaf pun diberikannya. Selepas itu, Al-Qamah mengembuskan napas terakhir. Ke alam baka, dia menggendong maaf ibunda.
Lalu, apakah memang berat memaafkan itu sehingga ada yang mencetuskan kalimat “memaafkan itu lebih sulit daripada meminta maaf”?
Menurut Dr. Ibrahim Elfiky, kiranya ada tiga mitos yang berkembang di masyarakat tentang betapa beratnya memaafkan. Pertama, memaafkan berarti menunjukkan kelemahan diri. Kedua, memaafkan berarti menerima luka dan penderitaan orang lain. Ketiga, memaafkan berarti melupakan.
Jika kita tilik, memaafkan biasanya berasal dari orang yang terzalimi. Sudah menjadi tabiat manusia, ketika diri terzalimi maka keinginan untuk membalas dengan perlakuan sama, bahkan lebih, akan muncul. Pembalasan setimpal atau lebih ini di masyarakat kita dianggap sebagai sebuah kelaziman, bahkan menunjukkan bahwa orang yang terzalimi sama sekali tidak lemah. Sehingga, ketika seseorang memaafkan orang yang menzaliminya dianggap sebagai orang yang lemah, atau justru memberikan kekuatan kepada orang yang menzalimi untuk berbuat zalim lagi. Membalas dengan setimpal, bahkan lebih, kepada orang yang menzalimi dianggap akan membuatnya jera.
Padahal, membalas dengan setimpal, bahkan lebih, kepada orang yang menzalimi hanya akan menempatkannya pada posisi terzalimi dan tidak menutup kemungkinan akan membalas kembali dengan balasan setimpal atau lebih. Memendam dendam sama sekali tidak memberikan manfaat. Yang ada, malah kita akan dikuasai kebencian yang membuat hidup tidak nyaman. Kita akan dilingkupi prasangka jelek yang membuat makan, tidur, dan segala aktivitas kita tidak mengenakkan.
Bukankah api hanya akan padam dengan air? Kalau api dibalas api, alamat kebakaran yang akan terjadi.
Akan tetapi, memaafkan juga tidak berarti kita menyetujui perbuatan zalim. Ini juga yang lalu menjadi mitos kedua bahwa memaafkan kesalahan orang lain dianggap sebagai penerimaan atas luka dan penderitaan yang ditimpakan oleh orang yang menzalimi.
Dr. Ibrahim Elfiky mengatakan, ada perbedaan besar antara memaafkan dan menyetujui sebuah tindakan. Meskipun kita memaafkan kesalahan seseorang, kita juga punya hak untuk tidak setuju dengan perbuatan seseorang. Kita hanya boleh membenci perilakunya, bukan orangnya.
Itulah mengapa, menurut Dr. Ibrahim Elfiky, memaafkan seseorang bukan berarti kita mesti melupakan perbuatannya. Di tengah masyarakat kita, dan ini menjadi mitos yang ketiga, memaafkan perbuatan seseorang berarti juga melupakannya. Padahal, menurut Dr. Ibrahim Elfiky, dengan tidak melupakan perbuatan zalim meskipun kita memaafkannya, akan membuat diri mawas sehingga kita tidak mengulangi perbuatan yang sama di masa depan. Yang harus dilakukan, kata Dr Ibrahim, adalah memaafkan orangnya, ambil pelajaran dari situasinya, ingat selalu pelajarannya, lalu lepaskan emosi negatif yang menyertainya.
Rasulullah Itu Pemaaf
Di awal risalah, orang yang paling banyak menerima perbuatan zalim adalah Rasulullah Saw. Betapa beliau dinistakan, dilempari kotoran unta, dilempari batu, diancam akan dibunuh, bahkan terusir dari tanah kelahiran.
Namun, sederet kezaliman yang menimpa Rasulullah itu tidak lantas melunturkan pribadi agung Rasulullah sebagai pemaaf. Hal ini terbukti manakala Rasulullah berhasil menaklukkan Mekkah. Saat itu, posisi Rasulullah sudah bukan lagi si tertindas, tetapi penguasa yang memiliki kekuatan besar.
Orang-orang Quraisy yang pernah menzalimi Rasulullah di masa lalu sangat waswas bahwa Rasulullah akan menuntut balas. Nyatanya, Rasulullah Saw. memaafkan semua kesalahan kaum Quraisy yang pernah diterimanya.
Sifat pemaaf Rasulullah tidak jarang membuat orang-orang terpesona. Seperti yang dialami oleh seorang Yahudi, Sa‘ad bin Syan‘ah. Kejadiannya, Rasulullah punya utang kepada Sa’ad bin Syan‘ah. Pada saat jatuh tempo pembayaran masih menyisakan waktu tiga hari, Sa‘ad sudah menagih. Dia mencari Rasulullah dan bertemulah mereka di jalan. Sa‘ad langsung memegang selendang Rasulullah dengan keras seraya berkata,
“Kamu telah lalai membayar utang.” Umar bin Khattab yang sedang bersama Rasulullah langsung mengeluarkan pedang, hendak menebas leher Sa‘ad. Namun, Rasulullah mencegahnya, lalu berkata, “Saya memang punya utang kepada Sa‘ad.”
Rasulullah lantas menasihati Umar, “Sikap kamu yang lebih tepat wahai Umar adalah menyuruhku untuk membayar utang dan menyuruh dia menagih utang dengan cara yang baik. Sebenarnya, jatuh tempo utang masih tiga hari lagi. Tapi baiklah, tolong bayarkan utang itu dan tambahkan beberapa dirham agar hilang kemarahannya.”
Melihat sikap pemaaf dan pemurah Rasulullah Saw., Sa‘ad menjadi malu dan terpesona. Dia langsung menyatakan masuk Islam.
Memaafkan juga Menyehatkan
Memaafkan juga berimbas positif dengan kesehatan. Banyak psikolog yang telah melakukan penelitian mengatakan bahwa memaafkan dengan tulus akan meringankan beban hidup. Worthington Jr., pernah melakukan riset dengan menggunakan piranti pencitraan otak. Dua orang, yang satu pemaaf dan yang satu pendendam, direkam pola gambaran otaknya.
Hasil percobaan menunjukkan, pendendam memiliki kecenderungan peningkatan kekentalan darah, ketegangan otot, dan tekanan darah yang tidak stabil, bahkan cenderung stres. Sedangkan yang terjadi dengan pemaaf justru sebaliknya, yakni tekanan darah stabil sehingga kinerja tubuh menjadi optimal.
Memaafkan itu sungguh ajaib. Allah Swt. berfirman, “Dan jika kamu memaafkan, itu lebih dekat pada takwa.” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 237). Dalam ayat lain, “Hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu?” (Q.S. An-Nuur [24]: 22). Rasulullah pun pernah bersabda, “Seseorang tidak dikatakan kuat karena dapat membanting lawan-lawannya. Tapi, orang yang kuat adalah dia yang mampu menahan emosinya saat marah.” (H.R. Bukhari) [Fatih]
Sumber : Fokus, MaPI Mei 2012
Selasa, 21 Agustus 2012
Fakta Tentang Ayah
1. Ayah ingin anak-anaknya punya lebih banyak kesempatan daripada dirinya, menghadapi lebih sedikit kesulitan, lebih tidak tergantung pada siapapun – dan (tapi) selalu membutuhkan kehadirannya.
2. Ayah membiarkan kamu menang dalam permainan ketika kamu masih kecil, tapi dia tidak ingin kamu membiarkannya menang ketika kamu sudah besar.
3. Ayah tidak ada di album foto keluarga, karena dia yang selalu memotret.
4. Ayah selalu tepat janji! Dia akan memegang janjinya untuk membantu seorang teman, meskipun ajakanmu untuk pergi sebenarnya lebih menyenangkan.
5. Ayah selalu sedikit sedih ketika melihat anak-anaknya pergi bermain dengan teman-teman mereka.karena dia sadar itu adalah akhir masa kecil mereka.
6. Ayah mulai merencanakan hidupmu ketika tahu bahwa ibumu hamil (mengandungmu) , tapi begitu kamu lahir, ia mulai membuat revisi.
7. Ayah membantu membuat impianmu jadi kenyataan bahkan diapun bisa meyakinkanmu untuk melakukan hal-hal yang mustahil, seperti berenang di air setelah ia melepaskanya.
8. Ayah mungkin tidak tahu jawaban segala sesuatu, tapi ia membantu kamu mencarinya.
9. Ayah mungkin tampak galak di matamu, tetapi di mata teman-temanmu dia tampak baik dan menyayangi.
10. Ayah lambat mendapat teman, tapi dia bersahabat seumur hidup
11. Ayah benar-benar senang membantu seseorang…tapi ia sukar meminta bantuan.
12. Ayah di dapur. Membuat memasak seperti penjelajahan ilmiah. Dia punya rumus-rumus dan formula racikannya sendiri, dan hanya dia sendiri yang mengerti bagaimana menyelesaikan persamaan-persamaan rumit itu. Dan hasilnya?… .mmmmhhh…”tidak terlalu mengecewakan” ^_~
13. Ayah mungkin tidak pernah menyentuh sapu ketika masih muda, tapi ia bisa belajar dengan cepat.
14. Ayah paling tahu bagaimana mendorong ayunan cukup tinggi untuk membuatmu senang tapi tidak takut.
15. Ayah akan sangat senang membelikanmu makanan selepas ia pulang kerja, walaupun dia tak dapat sedikitpun bagian dari makanan itu
16. Ayah selalu berdoa agar kita menjadi orang yang sukses di dunia dan akhirat, walaupun kita jarang bahkan jarang sekali mendoakannya
17. Ayah akan memberimu tempat duduk terbaik dengan mengangkatmu dibahunya, ketika pawai lewat.
18. Ayah tidak akan memanjakanmu ketika kamu sakit, tapi ia tidak akan tidur semalaman. Siapa tahu kamu membutuhkannya.
19. Ayah menganggap orang itu harus berdiri sendiri, jadi dia tidak mau memberitahumu apa yang harus kamu lakukan, tapi ia akan menyatakan rasa tidak setujunya.
20. Ayah percaya orang harus tepat waktu. karena itu dia selalu lebih awal menunggumu.
22. Ia akan melupakan apa yang ia inginkan, agar bisa memberikan apa yang kamu butuhkan…..
23. Ia menghentikan apa saja yang sedang dikerjakannya, kalau kamu ingin bicara…
24. Ia selalu berfikir dan bekerja keras untuk membayar spp mu tiap semester, meskipun kamu tidak pernah membantunya menghitung berapa banyak kerutan di dahinya….
25. Ayah mengangkat beban berat dari bahumu dengan merengkuhkan tangannya disekeliling beban itu….
26. Ayah akan berkata ,, tanyakan saja pada ibumu” Ketika ia ingin berkata ,,tidak”
27. Ayah tidak pernah marah, tetapi mukanya akan sangat merah padam ketika anak gadisnya menginap di rumah teman tanpa izin
28. Dan diapun hampir tidak pernah marah, kecuali ketika anak lelakinya kepergok menghisap rokok dikamar mandi.
29. Ayah mengatakan ,, tidak apa-apa mengambil sedikit resiko asal kamu sanggup kehilangan apa yang kamu harapkan”
30. Pujian terbaik bagi seorang ayah adalah ketika dia melihatmu melakukan sesuatu hal yang baik persis seperti caranya….
31. Ayah lebih bangga pada prestasimu, daripada prestasinya sendiri….
32. Ayah hanya akan menyalamimu ketika pertama kali kamu pergi merantau meningalkan rumah, karena kalau dia sampai memeluk mungkin ia tidak akan pernah bisa melepaskannya.
33. Ayah tidak suka meneteskan air mata …. ketika kamu lahir dan dia mendengar kamu menangis untuk pertama kalinya,dia sangat senang sampai-sampai keluar air dari matanya (ssst..tapi sekali lagi ini bukan menangis)
34. ketika kamu masih kecil, ia bisa memelukmu untuk mengusir rasa takutmu…ketika kau mimpi akan dibunuh monster…
35. tapi…..ternyata dia bisa menangis dan tidak bisa tidur sepanjang malam, ketika anak gadis kesayangannya di rantau tak memberi kabar selama hampir satu bulan.
36. Ayah pernah berkata :” kalau kau ingin mendapatkan pedang yang tajam dan berkwalitas tinggi, janganlah mencarinya dipasar apalagi tukang loak, tapi datang dan pesanlah langsung dari pandai besinya. begitupun dengan cinta dan teman dalam hidupmu, jika kau ingin mendaptkan cinta sejatimu kelak, maka minta dan pesanlah pada Yang Menciptakannya”
37. Untuk masa depan anak lelakinya Ayah berpesan: ,, jadilah lebih kuat dan tegar daripadaku, pilihlah ibu untuk anak-anakmu kelak wanita yang lebih baik dari ibumu , berikan yang lebih baik untuk menantu dan
cucu-cucuku, daripada apa yang yang telah ku beri padamu”
cucu-cucuku, daripada apa yang yang telah ku beri padamu”
38. Dan Untuk masa depan anak gadisnya ayah berpesan :” jangan cengeng meski kau seorang wanita, jadilah selalu bidadari kecilku dan bidadari terbaik untuk ayah anak-anakmu kelak! laki-laki yang lebih bisa
melindungimu melebihi perlindungan Ayah, tapi jangan pernah kau gantikan posisi Ayah di hatimu”
melindungimu melebihi perlindungan Ayah, tapi jangan pernah kau gantikan posisi Ayah di hatimu”
39. Ayah bersikeras, bahwa anak-anakmu kelak harus bersikap lebih baik daripada kamu dulu….
40. Ayah bisa membuatmu percaya diri… karena ia percaya padamu…
41. Ayah tidak mencoba menjadi yang terbaik, tapi dia hanya mencoba melakukan yang terbaik….
42. Dan terpenting adalah… Ayah tidak pernah menghalangimu untuk mencintai Tuhan, bahkan dia akan membentangkan seribu jalan agar kau dapat menggapai cintaNya, karena diapun mencintaimu karena cintaNya.
Minggu, 19 Agustus 2012
DARI BAKUL IKAN JADI PEMILIK MASKAPAI PENERBANGAN
Pendakian terjal ditempuh oleh Susi Pudjiastuti. Perempuan kelahiran Pangandaran tahun 1965 ini pada awal tahun 1980-an gagal menamatkan SMA-nya di Cilacap, Jawa Tengah. Ia pulang ke Pangandaran dan mencoba berjualan aneka barang seperti baju, bedcover, dan sebagainya.
Namun akhirnya ia menemukan potensi Pangandaran, yaitu ikan. Dengan modal Rp 750 ribu hasil penjualan perhiasan miliknya, ia mulai berjualan ikan dengan cara membeli ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan menjualnya ke restoran-restoran. Hari pertamanya ia hanya berhasil menjual 1 kg ikan. Itupun ke restoran kenalannya.
Namun akhirnya ia menemukan potensi Pangandaran, yaitu ikan. Dengan modal Rp 750 ribu hasil penjualan perhiasan miliknya, ia mulai berjualan ikan dengan cara membeli ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan menjualnya ke restoran-restoran. Hari pertamanya ia hanya berhasil menjual 1 kg ikan. Itupun ke restoran kenalannya.
Keuletan, tak membuatnya mundur. Ia terus mencoba lagi hari-hari berikutnya. Meski tak mudah, akhirnya ia bia menguasai pasar Pangandaran setahun kemudian. Lalu ia mencoba menjual ikan-ikan dari Pangandaran ke Jakarta dengan menyewa truk. Berangkat jam tiga sore sampai di Jakarta tengah malam menjadi kegiatan sehari-harinya.
Dari semula menyewa truk akhirnya Susi bisa membeli truk. Usahanya terus berkembang. Sampai-sampai ia bisa mengekspor udang ke Jepang. Meskipun sempat jatuh bangun, alat transportasi ikannya berubah drastis dari truk hingga menggunakan pesawat terbang.
Dari semula menyewa truk akhirnya Susi bisa membeli truk. Usahanya terus berkembang. Sampai-sampai ia bisa mengekspor udang ke Jepang. Meskipun sempat jatuh bangun, alat transportasi ikannya berubah drastis dari truk hingga menggunakan pesawat terbang.
Ceritanya, setelah menikah dengan pilot asal Jerman, Susi berangan-angan mengangkut ikannya menggunakan pesawat. Angan-angan itu timbul karena dengan menggunakan truk yang memakan waktu sembilan jam perjalanan, dan ikan-ikannya mati sesampai di Jakarta. Itulah yang membuat harga ikannya jatuh. Dengan pesawat cuma diperlukan satu jam sehingga harga ikannya pasti tinggi karena lebih segar.
Tahun 2000, Susi mencoba mengajukan pinjaman ke bank untuk merealisasikan rencana itu. Namun rencananya itu ditertawakan pihak bank dan sudah tentu pengajuan kreditnya ditolak. Baru pada tahun 2004, ada bank yang mau mengabulkan kreditnya. Dari Bank Mandiri, ia mendapat pinjaman Rp 47 miliar yang ia gunakan untuk membuat landasan di Pangandaran dan membeli dua pesawat Cessna.
Namun sebulan setelah pengoperasian pesawatnya, terjadi bencana tsunami di Aceh. Naluri kemanusiaannya terusik. Ia terbang ke Aceh untuk memberi bantuan. Pesawat Susilah, pesawat pertama yang mendarat di Aceh setelah bencana itu. Besoknya ia membawa barang-barang bantuan seperti beras, mi instan, dan sebagainya. Susi dan pesawatnya pun berkutat di Aceh mendistribusikan barang-barang bantuan.
Rencananya, ia “hanya” memberi bantuan sarana angkutan gratis selama 2 minggu,namun banyak LSM dalam dan luar negeri yang memintanya tetap di sana dan mereka bersedia menyewa pesawat Susi. Dari sanalah lahir nama Susi Airsebagai usaha penyewaan pesawat.
Kini Susi Air sudah memiliki 50-an pesawat dan nama Susi Air pun dikenal sebagai maskapai penerbangan carteran yang populer di Indonesia saat ini. Sungguh suatu pendakian nasib yang menakjubkan dari seorang ibu yang tak tamat SMA. Keuletan dan keberaniannya mengantarkannya ke puncak sukses bisnis. Luar Biasa!!
Tahun 2000, Susi mencoba mengajukan pinjaman ke bank untuk merealisasikan rencana itu. Namun rencananya itu ditertawakan pihak bank dan sudah tentu pengajuan kreditnya ditolak. Baru pada tahun 2004, ada bank yang mau mengabulkan kreditnya. Dari Bank Mandiri, ia mendapat pinjaman Rp 47 miliar yang ia gunakan untuk membuat landasan di Pangandaran dan membeli dua pesawat Cessna.
Namun sebulan setelah pengoperasian pesawatnya, terjadi bencana tsunami di Aceh. Naluri kemanusiaannya terusik. Ia terbang ke Aceh untuk memberi bantuan. Pesawat Susilah, pesawat pertama yang mendarat di Aceh setelah bencana itu. Besoknya ia membawa barang-barang bantuan seperti beras, mi instan, dan sebagainya. Susi dan pesawatnya pun berkutat di Aceh mendistribusikan barang-barang bantuan.
Rencananya, ia “hanya” memberi bantuan sarana angkutan gratis selama 2 minggu,namun banyak LSM dalam dan luar negeri yang memintanya tetap di sana dan mereka bersedia menyewa pesawat Susi. Dari sanalah lahir nama Susi Airsebagai usaha penyewaan pesawat.
Kini Susi Air sudah memiliki 50-an pesawat dan nama Susi Air pun dikenal sebagai maskapai penerbangan carteran yang populer di Indonesia saat ini. Sungguh suatu pendakian nasib yang menakjubkan dari seorang ibu yang tak tamat SMA. Keuletan dan keberaniannya mengantarkannya ke puncak sukses bisnis. Luar Biasa!!
Sabtu, 18 Agustus 2012
5 Hal Penting Dari Angsa
Fakta 1:
Ketika setiap angsa mengepakkan sayap-sayapnya, kepakan itu menciptakan “daya dukung” bagi angsa di belakangnya. Terbang dengan membentuk formasi V, kawanan angsa mampu menempuh jarak terbang 71% lebih jauh dibanding jarak terbang yang ditempuh masing-masing angsa.
Pelajaran: Tim yang memiliki arah tujuan yang sama akan bisa mencapai tujuan mereka dengan lebih cepat dan lebih mudah karena setiap anggota tim akan saling mendukung dalam proses perjalanan mereka.
Fakta 2:
Ketika ada seekor angsa yang meninggalkan formasi, ia akan segera merasakan daya tarik udara yang besar dan sulit untuk terbang sendirian. Dengan cepat ia kembali masuk dalam formasi untuk mendapatkan daya dukung dari angsa yang berada di depannya.
Pelajaran: Hal yang sama juga bisa terjadi pada kita jika kita keluar dari formasi tim. Karena itu, kita tetap berada dalam formasi tim dan bergerak ke arah yang sama. Dengan begitu, kita bersedia menerima bantuan mereka dan memberi bantuan bagi anggota tim yang lain.
Fakta 3:
Ketika angsa yang memimpin merasa lelah, ia akan bertukar tempat dalam formasi terbang. Angsa yang lain akan menggantikan posisi terdepan itu.
Pelajaran: Kita perlu saling bergilir dalam mengemban tugas-tugas sulit dan tugas kepemimpinan. Seperti halnya angsa, manusia pun saling bergantung pada kemampuan masing-masing, keahlian dan bakat.
Fakta 4:
Angsa-angsa yang terbang dalam formasi ini akan mengeluarkan suara riuh-rendah guna menyemangati angsa-angsa di depan supaya menjaga kecepatan terbangnya.
Pelajaran: Kita harus memastikan kata-kata dan ucapan kita bersifat positif dan mendukung. Dalam tim yang saling mendukung, produktivitas yang dihasilkan juga akan semakin besar.
Fakta 5:
Jika seekor angsa menjadi sakit, terluka atau tertembak, dua angsa lainnya akan keluar dari formasi dan mengikuti angsa yang sakit itu guna membantu dan melindunginya. Kedua angsa itu akan tetap menemani sampai angsa yang sakit itu mati atau mampu terbang kembali. Lalu, mereka akan membentuk formasi baru atau menyusul kawanannya.
Pelajaran: Seperti halnya angsa, kita harus saling menopang satu sama lain baik dalam masa-masa sulit maupun masa-masa senang.
Langganan:
Postingan (Atom)

















